Suka Nonton Panjat Pinang dan Balap Karung? Duh, Padahal Sejarahnya Memalukan Sekali

By On Friday, August 18th, 2017 Categories : Featured, Gaya Hidup, Hiburan, Misteri

Sejarah Balap Karung – Bulan Agustus selalu bercorak nuansa merah-putih. Di mana pun kita berpijak. Selama masih di bumi pertiwi, akan menemukan umbul-umbul maupun bendera yang tertancap di setiap rumah.

Tak hanya itu, kreasi merah putih akan menyemarakkan setiap jalan, maupun gang-gang kecil. Bulan kemerdekaan Tanah Air, tepat pada setiap tanggal 17 Agustus rasanya tak lengkap tanpa perlombaan.

Lomba-lomba diadakan dari tingkat RT sampai Desa. Warga begitu antusias menyambut acara rutin tahunan.

Beberapa lomba fenomenal seperti makan kerupuk, lomba lari engrang, tarik tambang, balap karung hingga panjat pinang. Meski ngga banyak yang tahu sejarah panjat pinang Agustusan, tapi mereka antusias melaksanakannya.

Balap Karung yang terjadi di zaman Belanda

Peserta mulai dari anak kecil hingga dewasa. Turut berpartisipasi, memeriahkan bulan kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan tahunan sangat melekat di hati masyarakat. Tahun ini usia kemerdekaan Indonesia adalah 72 tahun. Bebas dari penjajah asing.

Selain sebagai pesta rakyat yang menghibur. Kegiatan tujuh belas agustusan mempererat persatuan bangsa. Menyambung tali persaudaraan di setiap warga, yang terbiasa nabsi-nabsi.

Balap Karung dan Panjang Pinang Adalah Penghinaan dari Penjajah Belanda

Salah satu lomba yang paling mudah diingat seperti balap karung dan panjat pinang. Perlombaan balap karung yang dikerjaan oleh individu, sementara panjat pinang oleh kelompok.

Peristiwa Panjat Pinang di Zaman Penjajahan

Melahirkan kepuasan dan kebahagiaan tersendiri. Berlari dengan masuk karung, sedikit tersandung maka akan terjatuh. Warga yang menonton akan terus memberikan semangat kepada peserta.

Sama halnya panjat pinang, memperebutkan barang-barang yang digantung. Tiang yang penuh lumpur, membuat heboh penonton.

Tapi, apakah ada yang tahu sejarah Panjat pinang maupun Balap karung? Bangsa yang baik adalah bangsa yang mengenal sejarahnya.

Loading...

Asal-usul permainan itu pun mulai dipertanyakan. Siapa pertama kali yang mencetuskan.

Kita hanya mengetahui, lomba tersebut hanya akan diselenggarakan tepat pada bulan Agustus. Sayang sekali, jika tidak tahu. Kalau begitu, yuk simak bersama.

Asep, pndiri komunitas Historia yang merupakan wadah berkumpulnya sejarah berkenaan dengan Indonesia, melakukan penelitian asal mula panjat pinang dijadikan salah satu daftar lomba HUT Kemerdekaan RI.

Salah satu foto Panjat Pinang yang terjadi di zaman Belanda

Beliau meriset pada sebuah museum Tropen yang berlokasi di Amsterdam, Belanda. Museum yang didirikan tahun 1864 memuat salah satu situs sejarah berkenaan dengan permainan Panjat Pinang.

Panjat pinang merupakan adaptasi dari salah satu permainan di Belanda, yang bernama “De Klimmast” yang berarti panjat tiang. Bangsa Belanda mengadakan lomba panjat tiang hanya pada perayaan-perayaan hari besar yang bertujuan sebagai hiburan.

Salah satu permainan itu diadaptasi oleh penjajah di Indonesia sebagai hiburan gratis mereka. Mereka memperkenalkan permainan ini tanpa melibatkan pemain asal Belanda. Justeru orang Indonesia yang dijadikan santapan oleh mereka.

Tawa-tawa yang mereka lakukan saat melihat kaum pribumi melancarkan aksi panjat pinang. Kaum pribumi harus saling pijak berusaha merebut sekarung makanan juga pakaian yang digantung. Kaum penjajah tertawa riang.

Kaum pribumi dilecehkan, oleh orang Belanda. Tak ubahnya pemeran sirkus. Jatuh bangun memanjat tiang licin demi hal yang tidak berharga bagi kaum Belanda. Kaum Belanda sengaja menyuruh pribumi melakukan atraksi tersebut, demi hiburan semata.

Selain permainan panjat pinang yang memang sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Begitu juga dengan balap karung. Sebagai jejak sejarah, permainan ini menjadi saksi peloncohan oleh kaum Belanda.

Mereka begitu tega terhadap pribumi. Bangsa pribumi semasa dalam jajahan, sangat sulit hidupnya. Pakaian yang digunakan pun dengan karung goni. Karena rasa kesal, mereka meinginjak-injak karung, hingga karung goni berubah menjadi lomba adu cepat berlari dengan karung. Hingga muncul balap karung.

Sayang sekali, dibalik kemeriahan pesta rakyat ada rintihan rakyat pula. Beberapa pengamat sejarah sudah mengusulkan permainan balap karung maupun panjat pinang, dihapus dari semarak Agustus.

Bagi mereka, permainan ini merupakan ide orang Belanda untuk melecehkan Pribumi. Menginjak-injak bangsa Indonesia. Akan tetapi, permainan ini sudah turun-temurun bahkan mengakar di masyarakat. Agak sulit untuk dihapuskan.

Sumber: CetroAsia, tipsiana

Loading...
Suka Nonton Panjat Pinang dan Balap Karung? Duh, Padahal Sejarahnya Memalukan Sekali | Ayashi | 4.5